Tampilkan postingan dengan label Kanker Pada Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker Pada Pria. Tampilkan semua postingan

Kanker Mulut, Penyakit Berbahaya Yang Sangat Mematikan - Mereka Yang Tidak menjaga Kebersihan Mulutnya Beresiko 8 Kali Lebih Besar - Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Mulut!!!

Kanker mulut merupakan jenis kanker yang menyerang sekitar mulut. Kanker ini merupakan salah satu kanker yang bersifat fatal dengan angka ketahanan hidup kurang dari 50%. Sayangnya sebagian orang belum menyadari akan keganasan kanker rongga mulut ini. Sel-sel kanker mulut juga dapat menyebar ke bagian lain seperti: leher, paru-paru dan bagian lain dari tubuh. Lalu apa saja yang menjadi penyebab dan gejala kanker mulut? Baca terus artikel berikut!

Penyebab dan Gejala Kanker Mulut

Penyebab Kanker Mulut

Kanker mulut disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel-sel abnormal yang tumbuh dengan tidak terkontrol dan membuat gangguan pada jaringan sekitarnya.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kanker mulut, antara lain:

  • Faktor genetik
  • Pola hidup tidak sehat
  • Kekurangan vitamin A
  • Virus HPV
  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga. Hal ini meningkatkan resiko akan terjadinya kanker mulut hingga 8 kali lebih besar.
  • Merokok
  • Minum alkohol. 
Mereka yang merokok dan minum alkohol akan beresiko 4 kali lebih besar mengalami kanker mulut. Kombinasi asap rokok dan alkohol dapat memicu timbulya karsinogen penyebab kanker. Jika tidak diketahui secara dini maka sel-sel kanker mulut akan terus bermutasi, meyebar dan meyerang organ-organ di sekitar mulut sehingga menyebabkan kondisi yang tidak normal dalam mulut.

Gejala Yang Biasa Dirasakan Penderita Kanker Mulut

Kanker mulut dapat berkembang disetiap bagian rongga mulut atau orofaring. Pada banyak kasus keganasan kanker mulut dimulai dari dasar mulut dan dapat melibatkan lidah, langit-langit, bibir, gusi dan mukosa pipi. Pada stadium lanjut, pasien akan merasakan nyeri yang luar biasa. Jangankan untuk makan, berbicarapun terasa sangat susah. Kualitas hidup penderitanya akan jauh lebih menurun.

Berikut ini beberapa gejala kanker mulut:

  • Adanya benjolan atau lesi di bagian bibir, mulut atau tenggorokan. Awalnya lesi ini tidak terasa nyeri.
  • Rasa sakit pada bagian mulut yang tidak sembuh-sembuh
  • Adanya daerah merah atau putih yang tidak sakit di gusi, lidah atau dinding mulut
  • Rasa nyeri, pendarahan atau kebas dalam mulut yang tidak diketahui secara jelas penyebabnya
  • Sakit tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh
  • Nyeri atau sulit mengunyah atau menelan
  • Pembengkakan rahang
  • Suara menjadi serak atau berubah
  • Nyeri di telinga
Meski dapat dikenali dari gejala-gejala awal, namun masih banyak juga penderita kanker mulut yang baru didiagnosa pada stadium lanjut. Hal ini karena pada awalnya kanker rongga mulut hanya tampak seperti benjolan kecil tanpa rasa sakit. Saat benjolan mulai menimbulkan nyeri atau mengganggu fungsi rongga mulut barulah penderita nya berobat. Padahal jika kanker mulut telah diketahui sedari dini maka resiko kematian pada penderita mungkin akan dapat dihindari.

Pengobatan Secara Medis

Sebelum dilakukan tindakan pengobatan, pasien harus melewati tindakan biopsi untuk menentukan bahwa benjolan (lesi) tersebut ganas atau tidak. Selanjutnya pasien akan dirujuk ke ahli bedah onkologi. Kemudian dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan, radioterapi ataupun kemoterapi. Tindakan pengobatan yang akan diambil antara satu pasien dengan pasien lain berbeda-beda, tergantung kondisi pasien pada saat itu.

Saat pengobatan berakhir bukan berarti masalah akan selesai sampai disitu. Penderita kanker mulut atau tenggorokan juga beresiko terserang kanker kepala, leher atau daerah disekitarnya seperti osofagus dan laring. Selama pengobatan, pasien harus rajin kontrol ke dokter. Pola hidup sehat dan makan makanan empat sehat lima sempurna juga sangat dibutuhkan dalam penyembuhan. Selain itu olah raga teratur, berfikir positif dan yakin akan sembuh juga diperlukan oleh pasien.

Pencegahan Kanker Mulut 

Kanker mulut memang sangatlah ganas. Penyakit ini bisa mengintai siapa saja. Oleh karena itu ada baiknya jika kita melakukan pencegahan untuk mengurangi terjadinya resiko kanker mulut.

Berikut ini beberapa pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Berhenti Merokok
  • Hentikan kebiasaan mimun alkohol
  • Cukupi asupan vitamin A
  • Terapkan pola makan sehat
  • Rajin membersihkan mulut
  • Gunakan pelembab bibir  untuk melindungi bibir anda dari bahaya sinar matahari
  • Periksakanlah secara rutin kondisi gigi anda ke dokter 6 bulan sekali

Kanker Prostat, Salah Satu Pembunuh Kaum Pria

Prostat merupakan kelenjar yang berada dibawah kandung kemih dan didepan rektum. Kelenjar ini mengelilingi bagian atas dari uretra. Prostat dan otot-otot kandung kemih akan mengontrol aliran urine melewati uretra, selain itu kelenjar ini juga berfungsi untuk menghasilkan cairan semen yang merupakan cairan lubrikasi yang memindahkan sel-sel spermatozoid dari testis.

Salah satu jenis penyakit yang dapat menyerang bagian prostat adalah kanker prostat. Kanker prostat adalah jenis kanker yang menyerang pada sistem reproduksi laki-laki, yaitu pada area prostat. Lalu apa saja yang menjadi penyebab dan gejala kanker prostat? Dan siapa yang beresiko terserang penyakit ini? Pengobatan apa yang bisa dilakukan? Baca terus artikel ini sampai habis.

Siapa Yang Beresiko Terserang Kanker Prostat dan Apa Pencegahannya?

Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang sering terjadi pada pria. Biasanya kanker ini terjadi pada pria yang sudah berusia diatas 50 tahun, dan mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker prostat akan lebih beresiko untuk terserang. Kanker prostat disebabkan oleh sel prostat yang mengalami mutasi dan berkembang diluar kendali sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Sel-sel kanker ini dapat berkembang dan menjalar ke bagian tubuh lainnya seperti tulang, dan organ seperti paru-paru dan hati.

Kelenjar prostat biasanya membesar secara alami  setelah usia 50 tahun. Namun tidak berarti prostat yang membesar menunjukan adanya kanker. Karena semakin bertambahnya usia maka ukuran prostat akan bertambah besar secara bertahap. Hal ini juga yang menyebabkan pria lansia sering mengalami susah buang air kecil. Untuk menghindari akan adanya resiko penyakit kanker prostat, oleh karena itu pria dengan usia 40 tahun keatas dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur setiap tahunnya untuk mengetahui apakah pembesaran yang terjadi pada prostat bersifat normal atau tidak.

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan prostat adalah Digital Rectal Exam. Alat ini akan digunakan untuk memeriksa bagian rectum untuk mendeteksi apakah ada pertumbuhan abnormal jaringan lunak prostat. Metode lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan alat yang disebut dengan Prostate Specific Antigen Test (PSA Test), yaitu test pemeriksaan darah dengan mengukur kadar PSA (sejenis protein) yang kadarnya akan meningkat bila terjadi kanker prostat, bahkan pada gejala awal sekalipun.

Untuk menghindari resiko terjadi kanker prostat di hari tua, maka lakukanlah pola hidup yang baik sejak masih muda. Jagalah asupan makanan dan minuman, lakukan olahraga yang teratur, berhenti merokok dan minuman beralkohol sehingga resiko dari serangan berbagai macam penyakit.

Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat biasanya datang diam-diam. Perkembangannya cenderung lambat, sehingga pria yang menderita kanker prostat stadium awal tidak merasakan gejala apapun. Gejala ini baru dapat dirasakan secara fisik pada tahap lanjut atau akhir. Ketika sel kanker ini mulai berkembang, maka dapat menimbulkan rasa sakit ketika buang air kecil. Selain itu, kanker prostat juga dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Berikut ini beberapa gejala kanker prostat yang biasa dirasakan oleh penderitanya:
•    Saat gejala muncul pada stadium lanjut, maka penderita dapat kehilangan berat badan,
•    Rasa sakit pinggul, panggul dan punggung
•    Kesulitan buang air kecil yang disertai rasa terbakar dan rasa sakit
•    Urin yang dikeluarkan terkadang disertai dengan darah.

Pengobatan yang Dapat Dilakukan

Setelah mengetahui penyebab dan gejala kanker prostat, lalu tindakan pengobatan seperti apa yang dapat dilakukan oleh penderita kanker prostat? Pengobatan yang akan diberikan kepada penderita kanker prostat tidaklah sama. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, antara lain: kondisi medis, usia pasien, stadium kanker dan penafsiran kelangsungan hidup pasien, apakah terjadi penyebaran dari penyakit tersebut dan beberapa faktor lainnya. Jika kanker hanya terbatas pada prostat, maka operasi pembedahan adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan. Namun jika sel kanker prostat telah menjalar kebagian tubuh yang lain maka penyakit ini akan sangat sulit disembuhan. Pengobatan biasanya dilakukan hanya untuk memperpanjang kesempatan hisup pasien.

Tindakan yang biasanya dilakukan bagi asien kanker prostat adalah:
-    Pengawasan aktif
Hal ini biasanya di terapkan pada pria yang berusia sangat lanjut dan penderita yang terserang kanker prostat stadium awal.
-    Bedah
Tindakan bedah akan dilakukan jika kanker hanya berada di bagian prostat saja. Pembedahan biasanya dilakukan dengan menggangkat kelenjar prostat.
-    Terapi radiasi sinar X
Terapi ini berfungsi untuk membunuh sel-sel kanker dan mejaganya agar tidak tumbuh kembali. Prosedur ini dilakukan jika kanker prostat hanya ada pada satu tempat saja. Biasanya bahan radiasi akan ditanamkan ke bagian yang terserang kanker.
-    Kemoterapi
Kemoterapi biasanya dilakukan kepada penderita stadium lanjut, yaitu dengan pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Tindakan ini dapat dilakukan ketika pengobatan lain sudah dinilai kurang efektif.
-    Terapi hormon
Terapi ini dapat dilakukan pada penderita yang tidak memberikan reaksi pada jenis pengobatan lainnya. Terapi hormon dapat menurunkan kadar hormon pada pria sehingga dapat mengurangi pertumbuhan sel-sel kanker. Mereka yang menggunakan terapi ini dapat mengilangkan hasrat untuk berhubungan intim. Biasanya prosedur ini digunakan pada penderita yang kanker nya telah menyebar kebagian lain.


Cegah Berbagai Kanker Yang Sering Terjadi Pada Pria Dengan Sayuran Ini!!!


Kanker merupakan penyakit yang sangat menakutkan bagi setiap orang. Penyakit kanker dapat menyerang siapa saja, tidak peduli wanita atau pria, tua atau muda, anak-anak ataupun orang dewasa. Kanker merupakan penyakit yang gejalanya selalu datang dengan diam-diam tanpa penderitanya sadar kalau ia sedang menderita kanker. Biasanya kanker yang sudah menyebar dan tak dapat terkontorol lagi bisa menyebabkan kematian.

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal dengan siklus sel yang khas yang biasanya menimbulkan kemapuan sel untuk tumbuh tidak terkendali, meyerang jaringan biologis disekitarnya dan dan berpindah ke jaringan tubuh yang lain melalui siklus darah.

Kebanyakan kanker dapat menyebabkan kematian, namun banyak juga kasus kanker yang dapat disembuhkan. Penyembuhan akan lebih mudah ditangani pada mereka yang masih dalam stadium dini. Walaupun penyebab terjadinya kanker belum dapat diketahui secara psti penyebabnya, namun pola hidup tidak sehat dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Penyakit kanker yang biasa menyerang laki-laki memiliki banyak ragam. Namun jika di kategorikan secara spesifik, kanker prostat dan kanker testis adalah jenis kanker yang biasa terjadi pada laki-laki. Kanker paru juga kebanyakan meyerang laki-laki, walaupun wanita juga dapat terserang penyakit ini, namun umumnya lebih sering menyerang laki-laki. Hal ini disebabkan karena laki-laki lebih banyak yang merokok dibandingkan perempuan. Tumbuhnya sel kanker dapat dicegah. Menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat adalah hal yang harus dijalani. Mengkonsumsi sayur-sayuran adalah hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah tumbuhnya sel-sel kanker. Salah satu sayur yang memiliki manfaat mencegah kanker adalah brokoli. Sayuran hijau ini sangat bermanfaat untuk mencegah kanker prostat, kanker paru, dan kanker testis.

Kanker Prostat

Kelenjar prostat laki-laki biasanya hanya seukuran biji kenari. Kelenjar ini mengelilingi bagian atas dari uretra, saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih ke Mr. P).  Kelenjar prostat bersama dengan otot-otot kandung kemih akan mengontorl aliran urin melewati uretra. Kelenjar ini juga berfungsi memproduksi semen, yaitu cairan lubrikasi yang memindahkan sel-sel spermatozoid dari testis.

Sekitar 80% dari penderita kanker prostat adalah mereka yang telah berusia diatas 65 tahun. Pada awal terjadinya kanker prostat, biasanya menimbulkan beberapa gejala. Oleh karena itulah laki-laki yang berusia 40 tahun keatas dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan prostat secara teratur setiap tahun.

Kanker Testis

Testis merupakan dua organ kecil berbentuk oval yang terdapat dalam skortum. Secara normal. Testis akan turun kedalam skortum saat bayi lahir atau berusia satu tahun. Walaupun penyebab terjadinya kanker testis belum di ketahui dengan pasti, namun kebanyakan pria yang mengalami kanker testis adalah mereka yang terlambat mengalami penurunan testis. Kanker testis bisa saja terjadi pada pria disegala usia, namun kanker ini cenderung lebih sering terjadi pada laki-laki yang berusia 15 samapai 34 tahun.

Gejala awal biasanya ditandai dengan adanya rasa nyeri pada bagian skortum atau bagian perut bawah, atau bisa juga hanya terasa adanya perubahab pada testis. Gejala umum kanker ini adalah adanya pembesaran ukuran pada testis atau bisa juga adanya benjolan kecil yang tidak berasa sakit pada bagian testis. Jika anda curiga akan adanya kelainan pada testis anda, maka segeralah mengkonsultasikannya kepada dokter.

Kanker Paru

Kanker paru merupakan jenias kaker yang banyak meyebabkan kematian pada pria dibanding dengan jenis kanker lainnya. Sekitar 75-90% kasus kanker paru yang terjadi disebabkan oleh rokok. Kanker paru biasanya menyerang mereka yang telah merokok selama 20 tahun atau lebih, atau mereka yang merokok sejak usia remaja. Penyebab lain dari kanker paru adalah kontak langsung secara jangka panajang dengan bahan-bahan seperti asbes, arsenic, uap chlorine, abu batu bara, radiasi, dan juga bagi mereka perokok pasif. Resiko kanker akan menjadi lebih parah jika perokok terkontaminasi karsinogen.

Gejala paling umum yang sering timbul pada mereka yang terserang kanker paru adalah batuk yang terus menerus, dahak yang disertai dengan darah, dada terasa sakit dan sesak, perasaan lelah, terjadinya pneumonia atau bronchitis yang sering kambuh.

Bagaimana brokoli mencegah pertumbuhan sel kanker prostat, kanker paru dan kanker testis?


Menurut penelitian para ahli, mereka yang mengkonsumsi brokoli secara rutin akan dapat menurunkan resiko kanker yang mematikan. Senyawa indol-3-karbinol dari ekstrak brokoli sangat efektif untuk:
-    Melindungi DNA
-    Mengatur kerusakan gen hormone
-    Mengatur control gen terhadap sel
-    Melindungi kerusakan metabolism
-    Meningkatkan proses detoksifikasi pada hati
-    Meningkatkan aktifitas bunuh diri pada sel kanker

Brokoli dan jenis sayuran kubis-kubisan lainnya dapat mencegah kanker paru dan dapat memperbaiki simtom COPD dan asma. Sayuran berwarna hijau ini kaya akan vitamin C, potassium dan magnesium. Selain itu dalam brokoli juga kaya akan zat phytonutrients seperti karotenoid dan flavonoid yang dapat mencegah kanker paru. Sebuah riset dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa brokoli mampu membantu memperlambat perkembangan kanker paru.