Tampilkan postingan dengan label Jenis Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenis Kanker. Tampilkan semua postingan

Kanker Payudara, Kenali Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya

Tubuh manusia terdiri dari sel. Sel-sel ini merupakan pembangun tubuh karena setiap bagian organ maupun jaringan terbuat dari berbagai jenis sel. Sel-sel normal akan tumbuh dan mengalami pembaharuan, sel-sel yang mati kemudian diganti dengan sel-sel yang baru.  Sel akan tumbuh, membelah dan mati dibawah kendali gen, sehingga jika terjadi mutasi pada gen maka sel-sel normal dapat menjadi tidak sehat dan berkembang menjadi sel kanker. Sel-sel tidak normal ini akan terus berkembang secara tidak terkendali dan merusak sel-sel yang sehat dan membantuk benjolan atau tumor. Tumor jinak tumbuh secara perlahan dan tidak akan menyebar ke tempat lain, sedangkan tumor ganas tumbuh dengan cepat dan dapat menyebar ke tempat lain.

Apa itu  Kanker Payudara?

Kanker payudara merupakan kanker yang paling lazim yang terjadi pada wanita. Jenis kanker ini merupakan momok tersendiri yang sering membayang-bayangi wanita. Kemungkinan munculnya kanker payudara akan bertambah besar seiring bertambahnya usia. Wanita yang melewati masa monopouse nya memiliki kemungkinan lebih besar terkana penyakit ini. Namun bukan berarti wanita yang masih muda tidak akan terserang, karena penyakit ini bisa saja menyerang wanita yang masih muda.

Kanker payudara merupakan suatu penyakit dimana sel-sel  yang abnormal tumbuh dan berkembang di sel-sel payudara. Biasanya kanker ini ditandai dengan adanya benjolan yang tidak lazim dibagian payudara.  Dan jika tidak segera ditindak lanjuti maka penyakit ini dapat mengancam jiwa sang penderita.  Namun sama seperti jenis kanker lainnya, jika kanker payudara dapat dikenali secara dini dan ketika pertumbuhannya masih kecil serta belum menyebar ke bagian lain maka penderita akan dapat di obati dan sembuh.

Apa Saja Yang Menjadi Penyebab Kanker Payudara?

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dari kanker payudara. Namun, kasus penyakit ini lebih besar terjadi di negara-negara yang mengikuti gaya hidup “barat” dibandingkan negara-negara berkembang. Walaupun belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit ini, namun berikut ini beberapa faktor yang di duga merupakan faktor yang menambah resiko kemungkinan terjadinya kanker payudara:

Usia

Walaupun kanker payudara dapat terjadi pada wanita disetiap usia, namun resiko terjadinya kanker payudara akan menjadi lebih meningkat saat umur bertambah tua. Sekitar 80% kasus kanker payudara terjadi pada wanita yang telah berusia 50 tahun.  Sel kanker mungkin telah tumbuh pada tahun-tahun sebelumnya, namun pertumbuhannya secara perlahanlahan sehingga baru dirasakan ketika usia telah menjadi lebih tua. Di Indonesia, kebanyakan resiko penyakit ini menyerang wanita yang memiliki usia kurang dari 45 tahun.

Riwayat Keluarga

Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker payudara akan memiliki resiko lebih besar dibanding mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga kanker payudara. Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan kandung yang terserang kanker payudara memiliki resiko dua kali lebih besar untuk terkena penyakit ini. Wanita yang nenek atau bibinya memiliki penyakit ini juga akan lebih beresiko untuk terserang, walaupun dengan kemungkinan yang lebih kecil.

Terapi Estrogen

Estrogen merupakan hormon yang mempengaruhui pembelahan sel di payudara. Diduga hormon ini merupakan faktor penting dalam pengembangan kanker payudara. Penggunaan terapi hormon estrogen akan meningkatkan resiko terserang penyakit kanker payudara. Namun, terapi ini juga dapat melindungi wanita dari penyakit jantung dan osteoporosis.

Genetik

Wanita yang memiliki gen genetik BRCA1 dan BRCA2 memiliki resiko 80% lebih besar untuk terserang terserang penyakit kanker payudara dan 50% akan menurunkan penyakit yang sama kepada anak perempuannya. Seorang wanita dengan keluarga yang memiliki keluarga dengan tingkat insiden kanker payudara tinggi dapat memeriksakan keberadaan gen ini pada dirinya sehingga resiko kanker payudara dapat dicegah sedari dini.

Usia Pada Kehamilan Pertama

Seorang wanita yang mamiliki anak pertama sebelum usia 18 tahun maka akan memiliki resiko lebih kecil dibanding mereka yang mengalami kehamilan diusia 35 tahunan. Namun bukan berarti wanita yang hamil dan memiliki anak di usia muda tidak beresiko terserang penyakit kanker payudara. Hanya saja kanker ini mungkin  akan menyerang di satu bagian saja.

Jumlah Siklus Menstruasi

Jumlah siklus menstruasi yang anda alami selama ini memiliki hubungan dengan resiko kanker payudara. Hal ini mempengaruhi pemaparan anda terhadap hormon estrogen yang dapat menambah resiko penyakit kanker. Jika anda memgalami haid dimulai saat usia muda dan menopause anda terlambat, maka jumlah estrogen yang terpapar pada tubuh anda akan lebih tinggi dibandingkan wanita yang mengalami keterlambatan haid dan menopause lebih cepat.

Tidak Menyusui

Walaupun hanya perlindungan kecil, namun seseorang yang menyusui anaknya maka akan memiliki perlindungan dalam melawan kanker dibanding mereka yang tidak menyusui anak. Dan perlindungan ini akan semaki besar jika proses menyusui terjadi selama beberapa tahun.

Pencegahan Kanker Payudara

Lalu apa saja yang dapat dilakukan agar terhindar dari gejala kanker payudara? Berikut ini beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menghindarkan anda dari resiko gejala kanker payudara:

  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol. Minuman jenis ini merupakan salah satu minuman yang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.
  • Pertahankan berat badan yang ideal. Wanita dengan berat badan melebihi berat badan ideal (obesitas) akan lebih beresiko untuk terserang penyakit kanker payudara.
  • Lakukanlah olahraga secara teratur minimal 5 kali seminggu. Ada dapat melakukan olah raga seperti aerobic, berjalan kaki atau aktivitas olah raga lainnya minimal 30 menit perhari.
  • Batasi mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kadar gula yang tinggi. Makanan atau minuman jenis ini dapat memicu hormon pencetus pertumbuhan sel kanker payudara.
  • Batasi mengkonsumsi makanan yang berlemak, terutama lemak jenuh. Lemak jenuh dapat ditemukan pada produk olehan susu, mentega dan daging. Sebaliknya, tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh, seperti yang terdapat dalam minyak zaitun, alpukat, ikan tuna, ataupun salmon.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur. Seperti yang kita ketahui, didalam sayur dan buah terkandung berbagai macam nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, termasuk zat antikanker yang dapat mencegah berbagai macam kanker termasuk kanker payudara. Sayuran yang memiliki kemampuan mencegah kanker payudara antara lain: brokoli, buncis dan wortel. Sedangkan jenis buahnya adalah buah berry ataupun sitrus. Namun yang perlu diperhatikan adalah, memasak sayuran dalam waktu yang lama dapat merusak nutrisi didalamnya.
  • Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung unsur kedelai, seperti tahu, tempe dan susu kedelai. Selain harganya murah, tahu dan tempe ternyata memiliki kemampuan untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara.
  • Hindari menggunakan obat-obatan yang mengandung estrogen, kecuali dibawah pengawasan dokter. Penggunaan estrogen dapat memicu terjadinya kanker payudara.
  • Sebaiknya memiliki anak sebelum usia 30 tahun. Menurut penelitian, wanita yang belum memiliki anak diusia 30 tahun akan lebih beresiko dibandingkan wanita yang telah memiliki anak di usia tersebut.
  • Menyusui atau memberi Asi pada bayi juga dapat mengurangi resiko kanker payudara. 
  • Melakukan pemeriksaan payudara secara teratur. Pemeriksaan ini dapat anda lakukan sendiri ataupun dengan melakukan konsultasi ke dokter.
Baca juga: Periksa Payudara Sendiri Untuk Mendeteksi Kanker Payudara Sedari Dini

Kanker Mulut, Penyakit Berbahaya Yang Sangat Mematikan - Mereka Yang Tidak menjaga Kebersihan Mulutnya Beresiko 8 Kali Lebih Besar - Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Mulut!!!

Kanker mulut merupakan jenis kanker yang menyerang sekitar mulut. Kanker ini merupakan salah satu kanker yang bersifat fatal dengan angka ketahanan hidup kurang dari 50%. Sayangnya sebagian orang belum menyadari akan keganasan kanker rongga mulut ini. Sel-sel kanker mulut juga dapat menyebar ke bagian lain seperti: leher, paru-paru dan bagian lain dari tubuh. Lalu apa saja yang menjadi penyebab dan gejala kanker mulut? Baca terus artikel berikut!

Penyebab dan Gejala Kanker Mulut

Penyebab Kanker Mulut

Kanker mulut disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel-sel abnormal yang tumbuh dengan tidak terkontrol dan membuat gangguan pada jaringan sekitarnya.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kanker mulut, antara lain:

  • Faktor genetik
  • Pola hidup tidak sehat
  • Kekurangan vitamin A
  • Virus HPV
  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga. Hal ini meningkatkan resiko akan terjadinya kanker mulut hingga 8 kali lebih besar.
  • Merokok
  • Minum alkohol. 
Mereka yang merokok dan minum alkohol akan beresiko 4 kali lebih besar mengalami kanker mulut. Kombinasi asap rokok dan alkohol dapat memicu timbulya karsinogen penyebab kanker. Jika tidak diketahui secara dini maka sel-sel kanker mulut akan terus bermutasi, meyebar dan meyerang organ-organ di sekitar mulut sehingga menyebabkan kondisi yang tidak normal dalam mulut.

Gejala Yang Biasa Dirasakan Penderita Kanker Mulut

Kanker mulut dapat berkembang disetiap bagian rongga mulut atau orofaring. Pada banyak kasus keganasan kanker mulut dimulai dari dasar mulut dan dapat melibatkan lidah, langit-langit, bibir, gusi dan mukosa pipi. Pada stadium lanjut, pasien akan merasakan nyeri yang luar biasa. Jangankan untuk makan, berbicarapun terasa sangat susah. Kualitas hidup penderitanya akan jauh lebih menurun.

Berikut ini beberapa gejala kanker mulut:

  • Adanya benjolan atau lesi di bagian bibir, mulut atau tenggorokan. Awalnya lesi ini tidak terasa nyeri.
  • Rasa sakit pada bagian mulut yang tidak sembuh-sembuh
  • Adanya daerah merah atau putih yang tidak sakit di gusi, lidah atau dinding mulut
  • Rasa nyeri, pendarahan atau kebas dalam mulut yang tidak diketahui secara jelas penyebabnya
  • Sakit tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh
  • Nyeri atau sulit mengunyah atau menelan
  • Pembengkakan rahang
  • Suara menjadi serak atau berubah
  • Nyeri di telinga
Meski dapat dikenali dari gejala-gejala awal, namun masih banyak juga penderita kanker mulut yang baru didiagnosa pada stadium lanjut. Hal ini karena pada awalnya kanker rongga mulut hanya tampak seperti benjolan kecil tanpa rasa sakit. Saat benjolan mulai menimbulkan nyeri atau mengganggu fungsi rongga mulut barulah penderita nya berobat. Padahal jika kanker mulut telah diketahui sedari dini maka resiko kematian pada penderita mungkin akan dapat dihindari.

Pengobatan Secara Medis

Sebelum dilakukan tindakan pengobatan, pasien harus melewati tindakan biopsi untuk menentukan bahwa benjolan (lesi) tersebut ganas atau tidak. Selanjutnya pasien akan dirujuk ke ahli bedah onkologi. Kemudian dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan, radioterapi ataupun kemoterapi. Tindakan pengobatan yang akan diambil antara satu pasien dengan pasien lain berbeda-beda, tergantung kondisi pasien pada saat itu.

Saat pengobatan berakhir bukan berarti masalah akan selesai sampai disitu. Penderita kanker mulut atau tenggorokan juga beresiko terserang kanker kepala, leher atau daerah disekitarnya seperti osofagus dan laring. Selama pengobatan, pasien harus rajin kontrol ke dokter. Pola hidup sehat dan makan makanan empat sehat lima sempurna juga sangat dibutuhkan dalam penyembuhan. Selain itu olah raga teratur, berfikir positif dan yakin akan sembuh juga diperlukan oleh pasien.

Pencegahan Kanker Mulut 

Kanker mulut memang sangatlah ganas. Penyakit ini bisa mengintai siapa saja. Oleh karena itu ada baiknya jika kita melakukan pencegahan untuk mengurangi terjadinya resiko kanker mulut.

Berikut ini beberapa pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Berhenti Merokok
  • Hentikan kebiasaan mimun alkohol
  • Cukupi asupan vitamin A
  • Terapkan pola makan sehat
  • Rajin membersihkan mulut
  • Gunakan pelembab bibir  untuk melindungi bibir anda dari bahaya sinar matahari
  • Periksakanlah secara rutin kondisi gigi anda ke dokter 6 bulan sekali

Setiap Wanita Perlu Waspada!!! Kenali Gejala, Penyebab dan Pencegahan Kanker Ovarium

Kanker ovarium merupakan penyakit dimana ovarium yang ada pada wanita memimiliki perkembangan sel yang abnormal. Kanker ini cenderung diderita oleh wanita yang berusia 35 tahun keatas. Perkembangan kanker ini sangat cepat sehingga dari stadium awal hingga stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam satu tahun. Kanker ini bisa terjadi karena adanya tumor dalam tubuh yang perkembangan sel-selnya tidak terkontrol sehingga berpotensi tumbuh menjadi kanker. Lalu apa saja gejala dan penyebab kanker ovarium yang perlu anda, khususnya wanita ketahui? Berikut ulasannya!

Gejala Umum yang Dirasakan

Sayangnya gejala-gejala awal dari kanker ini sulit di deteksi sehingga penderita baru akan menyadari ketika sel kanker berubah menjadi lebih besar dan menyebar ke dalam tubuh. Padahal jika kanker ovarium baru diketahui setelah masuk ke tahap lanjut, maka pengobatan maksimal akan lebih sulit untuk dilakukan secara efektif. Makin dini kanker ovarium terdeteksi maka kesempatan anda untuk hidup maka akan jauh lebih besar. Berikut ini beberapa gejala umum yang biasa dirasakan oleh penderita kanker ovarium:
  • Rasa sakit pada bagian perut
  • Adanya pembengkakan pada perut
  • Mual dan perut terasa kembung
  • Jika kista atau tumor berukuran besar maka akan menyebabkan tekanan pada kandung kemih sehingga penderita akan sering merasa ingin buang air kecil
  • Sering esak nafas jika tumor tersebut menekan diafragma
  • Penurunan berat badan
  • Sakit saat melakukan hubungan intim
  • Sering merasa lelah dan sakit kepala

Apa Penyebabnya?

Penyebab dari kanker ovarium belum diketahui secara pasti, namun mereka yang memiliki faktor keturunan dan genetika dari penderita kanker akan lebih berisiko untuk mengalaminya.  Berikut ini beberapa faktor penyebab yang “mungkin” bisa meningkatkan resiko wanita untuk terserang penyakit kanker ovarium:
  • Faktor keturunan, resiko anda mengalami kanker ovarium akan lebih meningkat jika keluarga kandung anda ada yang mengidap kanker ovarium atau kanker payudara. Selain itu keluarga dengan gen BRCA1 juga lebih beresiko terserang kedua kanker tersebut.
  • Usia 
  • Tidak pernah hamil
  • Menjalani pola hidup tidak sehat, seperti merokok
  • Mengalami menstruasi awal sebelum usia 12 tahun dan monopose di usia lebih dari 50 tahun
Setelah mengetahui gejala dan penyebab kanker ovarium, tidak ada salahnya jika anda juga mengetahui bagaimana langkah pengobatan dan pencegahan yang dapat anda lakukan untuk memperkecil resiko kanker ini.

Langkah Pengobatan Yang Dapat Dilakukan

Sekarang ini tersedia pemerikasaan genetik terhadapa gen BRCA1 untuk membantu mengidetifikasi perkembangan kanker rahim dan ovarium. Jika anda memiliki sejarah kanker ovarium atau payudara dalam keluarga, maka anda harus memberitahukan kepada dokter. Penderita kanker ovarium tentunya akan mendapatkan pengobatan yang berbeda yang disesuaikan tingkat kanker dan jenis kanker yang dialami. Langkah utama dalam pengobatan kanker ovarium adalah melakukan kemoterapi dan pengangkatan.

Penderita kanker ovarium yang menginap tumor ganas akan memerlukan operasi lebih menyeluruh dibanding penderita  yang memiliki tumor jinak. Dokter akan berusaha mengangkat tumor dan sisanya. Prosedur operasi pada penderita kanker ovarium mungkin akan melakukan pengangkatan pada kedua ovarium, tuba falopi dan juga rahim. Dan jika penyakit tersebut telah menyebar hingga keluar organ reproduksi maka diperlukan operasi yang lebih intensif termasuk pengangkatan usus besar dan kandung kemih.

Kemoterapi juga mungkin akan diberikan bagi penderita yang telah mengidap kanker ovarium tahap lanjut. Hal ini bertujuan untuk memperkecil ukuran tumor sehingga akan lebih mudah dalam menjalani proses pengangkatan. Kemoterapi juga akan dilakukan setelah proses operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa didalam tubuh. Obat-obatan yang mengandung platinum merupakan obat yang paling sering digunakan untuk mengobati penderita kanker ovarium.
Namun bagi penderita yang terdeteksi pada stadium dini, maka hanya perlu menjalani operasi pengangkatan salah satu ovarium dan tuba falopi sehingga kemungkinan untuk memiliki keturunan masih tetap ada.

Pencegahan Yang Dapat Dilakukan

Karena penyebab utama belum diketahui secara pasti maka pencegahan kanker ovarium juga tidak bisa dilakukan secara pasti. Namun mengistirahatkan ovarium yaitu periode pada wanita ketika ovulasi ditahan adalah hal yang dapat anda lakukan untuk memperkecil resiko kanker ovarium. Berikut beberapa pencegahan yang dapat anda lakukan:
  • Menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk pil
  • Hamil dan menyusui
  • Menjalankan pola hidup yang sehat, seperti makan makanan yang sehat dan olahraga yang teratur
  • Jika anda sudah memiliki anak dan memutuskan untuk tidak ingin memiliki anak lagi maka pengangkatan ovarium dan tuba falopi dapat anda lakukan untuk mengurangi resiko kanker ovarium pada diri anda. Biasanya prosedur ini baru bisa dilakukan ketika anda berusia 35 hingga 40 tahun.

Wanita Wajib Baca!!!! Penyebab dan Gejala Kanker Rahim Yang Perlu Diketahui Oleh Anda Para Wanita

Rahim adalah organ reproduksi wanita. Dibagian inilah janin akan tumbuh dan berkembang dimasa kehamilan. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah kanker rahim. Kanker yang jarang terjadi ini diakibatkan oleh tumbuhnya penyakit berbahaya pada lapisan rahim, yaitu edometrium. Oleh karena itulah kanker ini juga sering disebut dengan kanker endometrium. Terkadang, kanker servik juga sering disebut dengan kanker rahim, karena servik merupakan bagian dari rahim. Lalu apa saja yang menjadi penyebab dan gejala kanker rahim? Simak ulasan berikut!

Faktor Penyebab

Sama halnya dengan kebanyakan jenis kanker lainnya, faktor penyebab pasti dari kanker rahim juga belum diketahui secara pasti. Kanker rahim biasanya menyerang wanita yang telah berusia lanjut. Hanya sedikit penderitanya yang berusia 40 tahun kebawah. Penyakit ini juga cenderung terjadi pada mereka yang pernah menggunakan Dietylstilbestrol (DES) selama masa kehamilan atau yang ibunya dulu menggunakannya. DES merupakan bentuk sintetis dari hormon estrogen yang berfungsi untuk mencegah keguguran, kelahiran premature, dan komplikasi pada saat kehamilan. Namun hasil penelitian menunjukan bahwa DES dapat memberikan dampak penyakit serius pada wanita, salah satunya resiko kanker rahim. Selain itu wanita yang pernah menjalani HRT (Hormone Replacement Therapy) juga lebih beresiko untuk terserang penyakit ini.

Gejala Kanker Rahim

Walaupun kanker rahim sangat jarang terjadi, namun penyakit ini mungkin bisa menyerang setiap wanita. Oleh karena itulah sepatutnya anda mengetahui beberapa gejala yang biasa terjadi pada mereka yang mengalami penyakit ini. Bentuk-bentuk dari pra-kanker dari kanker rahim mungkin ada selama beberapa tahun sebelumnya, kemudian berkembang menjadi ganas dan menyebabkan kanker. Biasanya gejala awal dari kanker rahim tidak begitu dapat dirasakan oleh penderita. Penderita baru akan merasakan gejala fisik setelah kanker ini berubah ke stadium lanjut. Berikut beberapa gejala-gejala kanker rahim yang biasa dirasakan oleh penderitanya:
-    Pendarahan yang tidak normal setelah melakuan hubungan intim
-    Menstruasi yang deras dan lama
-    Pendarahan pasaca monopouse
-    Kram pada perut bagian bawah
-    Perut bagian bawah terasa tertekan
-    Sering buang air kecil yang diakibatkan oleh tekanan tumor pada kandung kemih

Setelah anda mengetahui penyebab dan gejala kanker rahim maka, jika anda mengalami perubahan pada pola menstruasi atau mengalami pendarahan pada organ intim pasca monopause maka segeralah konsultasikan kondisi anda kepada dokter.

Pengobatan yang Dilakukan

Bila dokter menganggap bahwa ada yang tidak beres pada rahim anda, maka dokter akan melakukan tindakan dilatasi dan kuret untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit berbahaya didalam rahim anda. Jika lapisan rahim anda terbukti memiliki sel kanker, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan histerektomi dengan mengangkat ovarium, tuba falopi dan juga rahim anda. Metode ini biasanya dikombinasikan dengan radioterapi selama empat atau enam minggu. Jika pertumbuhan sel kanker sudah sangat parah, histerektomi total akan dilakukan. Pengangkatan bagian atas “miss V” dan juga kelenjar pelvis juga akan dilakukan.

Tingkat kesembuhan kanker rahim bisa mencapai 90% jika kanker tersebut hanya menyerang bagian lapisan rahim. Jika sel-sel kanker telah menyebar sampai keluar lapisan dan otot-otot rahim, maka setelah lima tahun tingkat kesembuhan hanya mencapai 40% saja.

Waspadai dan Kenali Kanker Retinoblastoma Pada Balita Sedari Dini Selum Terlambat!!!!!!

Kanker memang merupakan penyakit yang tak pandang bulu, dia bisa menyerang siapa saja. Tak peduli wanita atau pria, tua atau muda, bahkan penyakit ini pun bisa menyerang anak-anak. Kanker memang penyakit yang ganas, tak sedikit penderita kanker yang berujung pada kematian. Salah satu kanker yang menyerang anak adalah retinoblastoma. Kanker ini merupakan jenis kanker padat yang menyerang mata anak. Umumnya kanker ini menyerang anak pada usia balita.

Awalnya kanker retinoblastoma menyerang bagian retina mata, namun kanker ini dapat menjalar ke bagian tubuh lain diluar mata. Retina merupakan bagian mata yang tersusun dari jaringan syaraf yang bertugas merespon cahaya yang masuk melalui bagian depan mata. Respon cahaya tersebut kemudian dikirim melalui syaraf-syaraf optik ke otak yang nantinya oleh otak akan diartikan atau diwujudkan sebagai sebuah gambar.

Gejala Yang Perlu Diwaspadai

Retinoblastoma dapat meyerang pada salah satu bagian mata ataupun kedua bagian mata. Ada beberapa tanda atau gejala kanker retinoblastoma yang yang patut diwaspadai sejak dini, diantaranya:
  • Terdapat bintik putih yang terlihat di pusat bola mata. Bintik akan terlihat lebih jelas jika kita melihatnya dengan bantuan senter atau sinar yang diarahkan ke mata.
  • Muncul kemerahan pada mata
  • Area pupil mata semakin melebar
  • Mata fokus pada arah yang sama
  • Anak mengeluh nyeri pada mata
Bila anda menemukan satu atau dua gejala tersebut maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Semakin cepat anda berkonsultasi maka semakin baik. Sehingga dokter akan dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi anak yang sesungguhnya. Jika kanker retinoblastoma diketahui lebih dini maka semakin besar kesempatan untuk sembuh. Penyakit ini bukan hanya dapat menyebabkan kebutaan namun juga kematian. Oleh karena itu, sebagai orang tua anda harus peka terhadap kondisi yang terjadi pada anak. Sehingga hal yang tidak diinginkan dapat dihindarkan.

Penyebab Retinoblastoma

Hingga kini penyebab kanker retinoblastoma belum diketahui secara pasti. Di duga, kanker ini disebabkan oleh adanya kelainan genetik. Kelainan ginetik ini diwariskan oleh orangtua kepada anak pada stadium awal perkembangan janin dalam kandungan pada masa kehamilan. Jika salah satu oarng tua pernah mengidap penyakit ini, maka sang anak memiliki 50% peluang untuk mengalami penyakit yang sama. Penderita yang memiliki riwayat keluarga penderita retinoblastoma akan memiliki resiko terserang di kedua belah matanya. Jika kanker ini diketahui pada stadium dini maka kesempatan untuk dapat sembuh sekitar 95-98% dan sang anak lebih memiliki kesempatan untuk dapat mencapai usia dewasa.

Pengobatan Medis Yang Bisa Dilakukan

Variasi pengobatan yang akan dilakukan sangat bergantung pada tingkat keparahan kanker dan juga ditentukan dari hasil diskusi dokter spesialis mata dan ahli onkologi anak. Macam pengobatan yang bisa dilakukan antara lain: kemoterapi, radioterapi, laser dan pengangkatan bola mata. Pengobatan dapat merupakan kombinasi dari beberapa jenis pengobatan. Jika pengobatan dilakukan pada stadium dini maka pengangkatan bola mata dapat dihindari.

Anak yang sudah diberikan pengobatan juga memiliki resiko untuk kembali mengalami retinoblastoma, bahkan kanker lain di sekitar mata. Oleh karena itulah dokter umumnya meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan secara rutin beberapa bulan sekali.

Kanker Prostat, Salah Satu Pembunuh Kaum Pria

Prostat merupakan kelenjar yang berada dibawah kandung kemih dan didepan rektum. Kelenjar ini mengelilingi bagian atas dari uretra. Prostat dan otot-otot kandung kemih akan mengontrol aliran urine melewati uretra, selain itu kelenjar ini juga berfungsi untuk menghasilkan cairan semen yang merupakan cairan lubrikasi yang memindahkan sel-sel spermatozoid dari testis.

Salah satu jenis penyakit yang dapat menyerang bagian prostat adalah kanker prostat. Kanker prostat adalah jenis kanker yang menyerang pada sistem reproduksi laki-laki, yaitu pada area prostat. Lalu apa saja yang menjadi penyebab dan gejala kanker prostat? Dan siapa yang beresiko terserang penyakit ini? Pengobatan apa yang bisa dilakukan? Baca terus artikel ini sampai habis.

Siapa Yang Beresiko Terserang Kanker Prostat dan Apa Pencegahannya?

Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang sering terjadi pada pria. Biasanya kanker ini terjadi pada pria yang sudah berusia diatas 50 tahun, dan mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker prostat akan lebih beresiko untuk terserang. Kanker prostat disebabkan oleh sel prostat yang mengalami mutasi dan berkembang diluar kendali sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Sel-sel kanker ini dapat berkembang dan menjalar ke bagian tubuh lainnya seperti tulang, dan organ seperti paru-paru dan hati.

Kelenjar prostat biasanya membesar secara alami  setelah usia 50 tahun. Namun tidak berarti prostat yang membesar menunjukan adanya kanker. Karena semakin bertambahnya usia maka ukuran prostat akan bertambah besar secara bertahap. Hal ini juga yang menyebabkan pria lansia sering mengalami susah buang air kecil. Untuk menghindari akan adanya resiko penyakit kanker prostat, oleh karena itu pria dengan usia 40 tahun keatas dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur setiap tahunnya untuk mengetahui apakah pembesaran yang terjadi pada prostat bersifat normal atau tidak.

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan prostat adalah Digital Rectal Exam. Alat ini akan digunakan untuk memeriksa bagian rectum untuk mendeteksi apakah ada pertumbuhan abnormal jaringan lunak prostat. Metode lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan alat yang disebut dengan Prostate Specific Antigen Test (PSA Test), yaitu test pemeriksaan darah dengan mengukur kadar PSA (sejenis protein) yang kadarnya akan meningkat bila terjadi kanker prostat, bahkan pada gejala awal sekalipun.

Untuk menghindari resiko terjadi kanker prostat di hari tua, maka lakukanlah pola hidup yang baik sejak masih muda. Jagalah asupan makanan dan minuman, lakukan olahraga yang teratur, berhenti merokok dan minuman beralkohol sehingga resiko dari serangan berbagai macam penyakit.

Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat biasanya datang diam-diam. Perkembangannya cenderung lambat, sehingga pria yang menderita kanker prostat stadium awal tidak merasakan gejala apapun. Gejala ini baru dapat dirasakan secara fisik pada tahap lanjut atau akhir. Ketika sel kanker ini mulai berkembang, maka dapat menimbulkan rasa sakit ketika buang air kecil. Selain itu, kanker prostat juga dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Berikut ini beberapa gejala kanker prostat yang biasa dirasakan oleh penderitanya:
•    Saat gejala muncul pada stadium lanjut, maka penderita dapat kehilangan berat badan,
•    Rasa sakit pinggul, panggul dan punggung
•    Kesulitan buang air kecil yang disertai rasa terbakar dan rasa sakit
•    Urin yang dikeluarkan terkadang disertai dengan darah.

Pengobatan yang Dapat Dilakukan

Setelah mengetahui penyebab dan gejala kanker prostat, lalu tindakan pengobatan seperti apa yang dapat dilakukan oleh penderita kanker prostat? Pengobatan yang akan diberikan kepada penderita kanker prostat tidaklah sama. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, antara lain: kondisi medis, usia pasien, stadium kanker dan penafsiran kelangsungan hidup pasien, apakah terjadi penyebaran dari penyakit tersebut dan beberapa faktor lainnya. Jika kanker hanya terbatas pada prostat, maka operasi pembedahan adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan. Namun jika sel kanker prostat telah menjalar kebagian tubuh yang lain maka penyakit ini akan sangat sulit disembuhan. Pengobatan biasanya dilakukan hanya untuk memperpanjang kesempatan hisup pasien.

Tindakan yang biasanya dilakukan bagi asien kanker prostat adalah:
-    Pengawasan aktif
Hal ini biasanya di terapkan pada pria yang berusia sangat lanjut dan penderita yang terserang kanker prostat stadium awal.
-    Bedah
Tindakan bedah akan dilakukan jika kanker hanya berada di bagian prostat saja. Pembedahan biasanya dilakukan dengan menggangkat kelenjar prostat.
-    Terapi radiasi sinar X
Terapi ini berfungsi untuk membunuh sel-sel kanker dan mejaganya agar tidak tumbuh kembali. Prosedur ini dilakukan jika kanker prostat hanya ada pada satu tempat saja. Biasanya bahan radiasi akan ditanamkan ke bagian yang terserang kanker.
-    Kemoterapi
Kemoterapi biasanya dilakukan kepada penderita stadium lanjut, yaitu dengan pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Tindakan ini dapat dilakukan ketika pengobatan lain sudah dinilai kurang efektif.
-    Terapi hormon
Terapi ini dapat dilakukan pada penderita yang tidak memberikan reaksi pada jenis pengobatan lainnya. Terapi hormon dapat menurunkan kadar hormon pada pria sehingga dapat mengurangi pertumbuhan sel-sel kanker. Mereka yang menggunakan terapi ini dapat mengilangkan hasrat untuk berhubungan intim. Biasanya prosedur ini digunakan pada penderita yang kanker nya telah menyebar kebagian lain.


Kanker Servik, Si Pembunuh Yang Ganas – Kenali Penyebab, Gejala dan Pencegahannya!!!


Kanker servik atau yang disebut juga dengan kanker mulut rahim merupakan kanker paling umum kedua yang menyerang perempuan, setelah kanker payudara. Servik merupakan bagian bawah dari uterus (rahim), berbentuk melingkar dan berbatasan langsung dengan “miss V”. Kanker ini sering kali menyerang wanita, terutama wanita muda. Setiap tahun, seperempat wanita yang menderita kanker servik meninggal dunia. Meskipun gejala awal kanker ini dapat di ketahui dengan cara melakukan pap smear, namun masih sedikit wanita di Indonesia yang melakukan pengecekan ini untuk mengetahui dirinya apakah terbebas dari kanker servik atau tidak.
Pada tahap awal, gejala yang ditimbulkan dari kanker ini tidak akan dapat dirasakan oleh penderita. Namun lambat laun virus penyebab kanker servik merubah sel mulut rahim menjadi sel-sel kanker. Dan gejala fisik dari kanker servik baru akan dirasa oleh penderita pada tahap stadium lanjut. Kanker servik memiliki tahap pra-ganas, dimana sel-sel kanker ini tumbuh namun tidak menjalar. Karena tahap pra-ganas ini berlangsung beberapa tahun, maka wanita yang melakukan pap smear secara rutin akan dapat mendeteksi lebih awal kanker tersebut sehingga jaringan kanker dapat diangkat secara total dari serviks.

Lalu apa itu pap smear atau smear servik? Pap smear adalah sebuat tes yang diakukan oleh dokter dengan menggunkan sebuah pengerik untuk mengambil sedikit sel-sel servik. Sel-sel ini kemudian akan di periksa di laboratorium. Tes ini sangat dianjurkan bagi mereka yang telah berusia minimal 21 tahun dan telah melakukan aktifitas seksual. Lalu apa saja yang menjadi penyebab dan gejala kanker serviks serta apa saja pecegahan yang dapat anda lakukan, simak ulasan dibawah ini!

Gejala-gejala Kanker Servik
Ketika sel-sel kanker servik terus berkembang, kanker servik akan mulai menunjukkan gejala-gejala fisik. Berikut ini beberapa gejala kanker serviks yang perlu anda waspadai:
  • Pada tahap awal (pra-ganas) tidak akan menunjukkan gejala
  • Pendarahan, namun bukan merupakan darah menstruasi
  • Terasa sakit ketika berhubungan intim
  • Terdapat bercak-bercak setelah melakukan hubungan intim
  • Keputihan yang tidak normal, bercampur darah dan mengeluarkan bau yang menyengat
  • Nyeri di bagian perut bawah atau panggul
  • Sulit untuk buang air kecil, dan terasa nyeri
Jika sel kanker terus berkembang, maka gejala-gejala yang akan dirasakan terus bertambah. Anda mungkin akan kehilangan nafsu makan, mudah lelah, berat badan menurun, dan pada wanita yang telah mengalami stadium lanjut akan merasakan sakit pada bagian paha, atau paha menjadi bengkak. Oleh karena itu jika anda mengalami gejala-gelaja tersebut, segeralah periksakan diri anda ke dokter.

Penyebab Kanker Servik
Lalu apa yang menjadi penyebab kanker servik? Kanker servik disebabkan oleh adanya aktifitas virus yang di sebut dengan Human Papilloma Virus (HPV) yang menyerang mulut rahim. Kanker ini di tularkan secara seksual, terutama mereka yang sering beganti-ganti pasangan. Terlalu sering melakukan hubungan intim akan dapat merangsang proses munculnya kanker tersebut. Mereka yang melakukan aktivitas seksual ketika umur terlalu dini dan di masa pra nikah maka akan lebih mudah terserang penyakit ini. Seseorang yang melakukan hubungan intim pada usia kurang dari 20 tahun dapat meningkatkan resiko terkena kanker servik 2 kali lebih besar. Penggunaan kondompun tidak akan terlalu membantu karena HPV dapat menular melalui sentuhan kulit. Perlu diwaspadai bagi mereka yang sering menggunakan toilet umum. Jika seseorang yang terjangkit HPV menggunakan toilet umun dan tidak membersihkannya dengan baik maka, virus ini bisa saja menjangkit orang ain. Selain itu penyebab lain dari kanker ini adalah pola hidup yang buruk, kekurangan vitamin C dan E dan kekurangan asam folat.

Pencegahan yang Dapat Dilakukan
Setelah mengetahui penyebab dan gejala kanker servik, ada baiknya jika anda juga mengetahui pencegahan yang dapat anda lakukan agar kanker ganas ini tidak menyerang anda. Berukut ini beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah kanker servik:
  • Melakukan tes pap smear secara rutin
  • Tidak melakukan hubungan intim pada usia dini
  • Hindari membersihkan bagian organ intim dengan menggunakan air yang tidak bersih
  • Setialah pada pasangan anda, jangan melakukan hubungan intim dengan bergonta ganti pasangan
  • Berhenti merokok, karena wanita yang merokok akan lebih beresiko terserang kanker servik
  • Bagi anda yang belum melakukan hubungan intim dan akan segera menikah maka lakukanlah vaksinasi HPV
  • Konsumsilah makanan bergizi terutama sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin C, E dan asam folat
  • Ubahlah pola hidup anda menjadi lebih baik
  • Hindari hubungan intim selama masa menstruasi
Karena kanker servik datang secara diam-diam dan tidak dapat dideteksi kedatangannya kecuali dengan pap smear maka pencegahan diatas layaknya anda coba. Kanker serviks merupakan penyakit yang ganas, yang dapat membuat rahim anda diangkat, sehingga kesempatan anda untuk hamil dan memiliki anak akan hilang. Selain itu akibat terburuk dari penyakit ini adalah akan meghilakan kesempatan anda untuk hidup lebih lama. Karena penyakit ganas ini bisa menyebabkan kematian.